Cinta Segi Banyak

Judul Buku : Antologi Rasa
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
Tebal : 344 Halaman
Harga : Rp 40.800,00(bukabukudotcom)

Non mihi, non tibi, sed nobis
*Not for you, not for me, but for us

“Karena kecanggungan tidak pernah ada di antara dua orang yang tidak ada apa-apanya. So maybe there is something between us.”
“Doesn’t it scare you sometimes how time flies and nothing changes?”
“So you see, being pathetic has also been my normalcy, as your presence here, means the absence of my sanity.”

Buku ini memang berjudul Antologi Rasa. Tapi, kalau kamu pikir ini adalah kumpulan cerita pendek, kamu salah. Novel metropop bergenre drama romantic ini, bercerita tentang persahabatan dan cinta segiempat.

Adalah Keara, wanita banker yang tidak disebutkan dengan jelas oleh penulisnya berusia berapa, tapi saya menebaknya mungkin sekitar 27-28 tahun. Gaya hidup Keara begitu glamour. Keara lulusan Universitas New York, Amerika Serikat. Ketimbang bekerja di kantornya di kawasan Mega Kuningan, ia lebih suka ke salon atau shopping. Kalau kamu pernah baca Confessions of Shoppaholic atau Sex and The City, ya seperti itulah kira-kira gaya hidup Keara. Pesta, belanja, clubbing, flirting, dan… freesex. Bukan berarti Keara cewek bodoh ya. Hanya saja memang seperti itu cara dia menikmati hidup.

Sangat berbeda dengan Ruly. Cowok yang setengah mati dicintai Keara ini, alim dan workaholic. Sayangnya, Ruly gak pernah melirik Keara yang dengan begitu idealnya dideskripsikan oleh penulis sebagai sosok perempuan yang cantik dan seksi. Buat Ruly, cintanya hanya untuk Denise. Sayangnya (lagi), Denise sudah jadi istri orang.

Dan Harris. Sahabat cowok Keara ini ternyata menaruh perasaan cinta padanya. Tapi, dia tahu, Keara sebegitu tololnya mencintai Ruly yang gak pernah sedikitpun sadar kalau Keara selalu ada buat dia. Karena itu, Harris menyimpan perasaannya rapat-rapat kepada Keara seperti halnya Keara memendam cintanya untuk Ruly, yang sama halnya, memendam perasaan kepada Denise. Rumit, eh?

Permulaan bab menceritakan liburan Keara dan Harris yang akhirnya menimulkan perpecahan di antara keduanya. Keara kemudian membenci Harris setengah mati dan bersumpah tidak akan pernah mau melihatnya lagi. Harris pun tersiksa sekali. Dia tidak bisa menemui ‘cintanya’ itu. Lama-lama Keara pun menyerah akan Ruly. Dia mulai mendekati pria lain, namanya Panji. Tapi, bukannya lupa dengan Ruly, bayangan Ruly malah semakin jelas bagi Keara. Duuuh…pusiiing…!

Namun, hubungan Keara dengan Panji yang tadinya hanya untuk main-main, nampaknya mulai menjadi sedikit lebih serius. Perlahan Keara melupakan Ruly. Tapiiiii, gak lama, Keara malah dijadikan satu tim sama Ruly untuk sebuah proyek besar. Di situ Ruly mulai memandang Keara sebagai cewek yang otaknya berisi, setelah selama ini di matanya Keara hanyalah cewek tukang party. Nah, proyek itu mengharuskan mereka tinggal di Bali selama 2 minggu.

Well, kira-kira, bakal kayak apa yah Keara dan Ruly akhirnya? Apakah Ruly akhirnya bisa mencintai Keara? Terus, bagaimana perasaan Keara ke Ruly padahal tadinya sudah berpaling ke Panji? Penasaran juga kan sama nasib persahabatan Harris-Keara? Xixixi… just read the book, gan…

***

Bagi saya, novel dengan konflik model begini gampang banget ketebak gimana endingnya. Jadi, jangan berharap si penulis akan membuat twist yang heboh, karena malah akan jadi terlihat sangat aneh dan maksa. Overall, aku suka gaya penulisan Mbak Ika Natassa ini. Keren! Gimana aku bisa bilang keren? Lha iya! Teknik penokohannya kuat banget sehingga sifat masing-masing tokoh merekat dengan baik di setiap karakternya. Misalnya, saat bercerita dari sudut pandang Ruly. Penulis membuat saya seketika menjadi Ruly. Dan saya bisa merasakan rasanya jadi Ruly, perasaan apa yang sedang Ruly rasakan. Juga terasa sekali perpindahan karakter antara Ruly, Keara, dan Harris. Di mana saat bagian sudut pandang Keara, ditulis dengan gaya yang cewek banget. Full of rumpi. Hahaha! Sedangkan di bagian Ruly yang cool, kita ( pembaca), tiba-tiba (mau tidak mau) tanpa sadar menjadi sosok Ruly yang cool dan manis. Eits, baru beberapa menit ‘merasakan’ rasanya jadi Ruly, sudut pandang sudah berubah ke sudut pandang Harris dan kita akan merasakan berperan jadi Harris yang santai, rame dan humoris.

Satu hal yang cukup mengganggu adalah banyaknya kata-kata tercetak miring karena monolog dan dialog antar tokohnya yang memang menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini mungkin dimaksudkan supaya pembaca lebih meresapi ‘perannya’ saat membaca bagian Keara, Ruly, ataupun Harris yang memang pernah kuliah di luar negeri. Well, buat saya yang ngerti sedikit Bahasa Inggris sih bukan masalah besar ya. Tapi, gak semua orang bisa dan mau baca tulisan Bahasa Inggris kan? Jangan-jangan bukannya menikmati membaca ceritanya malah sibuk buka tutup kamus, hehehehe…

Quote:
“Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love.”

Satu hal yang menarik adalah setiap bab diberi judul dengan quote Bahasa Perancis dan Latin. Sangat ciri khas Ika Natassa di setiap novel karangannya. Dengan arti/makna dalam Bahasa Inggris, dijelaskan di footnote.

Physically, kesan saya pertama kali lihat kaver buku ini adalah simple dan minimalis. Sangat modern. Ada gambar jantung yang bertuliskan berbagai macam perasaan. Mungkin itu kenapa diberi judul Antologi Rasa. Karena konflik yang dihadapi para tokoh-tokoh di dalamnya menimbulkan berbagai macam perasaan. Yeah, meskipun warnanya agak butek yah. Perpaduan coklat tua dan merah hati. Mengenai font dan space using, menurut aku sih kurang nyaman di mata yah. Fontnya cukup rapat dan kecil. Satu halaman saja biasanya saya habiskan 1-2 menit, kali ini harus makan waktu 2-3 menit. Akan terasa jenuh berada di halaman itu-itu saja. Alur ceritanya dominan maju dan berjalan agak lambat, dengan setting Singapore, Bali, dan mayoritas daerah perkantoran Sudirman Jakarta Selatan. Setting ini membuat cerita terasa nyata dan serasa lagi gak baca fiksi.

Layaknya novel metropop pada umumnya, ini bacaan berkonten dewasa ya. Banyak adegan dan kata-kata makian yang cukup vulgar. Akhir kata, 4 dari 5 bintang.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s