Karena yang Tidak Terlihat, Bukan Berarti Tidak ada

Image
Judul Buku : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Penulis : Tere liye
Tahun Terbit : 2011
Penerbit : Republika
Tebal : 426 halaman
Harga : Rp 48.000,00 (TBO Delisa)***

Adalah Ray, seorang pasien di salah satu rumah sakit yang sedang berjuang melawan masa kritisnya. Dalam suatu momen, dia berkesempatan mengetahui 5 pertanyaan dalam hidup yang selama 60 tahun ini menghantuinya. Apakah cinta itu? Apakah hidup itu adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan? Pertanyaan-pertanyaan atas pemikiriannya tentang hidup yang sampai dia mendekati ajalnya pun belum juga dia temukan jawabnya. Dia marah pada Tuhan dan selalu bertanya-tanya : “Kenapa, Tuhan? Kenapa?!”

Digambarkan ada sesosok makhluk yang disebutkan dengan “orang yang wajahnya menyenangkan”, membantu menemani Ray dalam rangka pencarian jawaban atas 5 pertanyaan dalam hidupnya. Pertanyaan yang Ray punya pada dasarnya sama dengan pertanyaan-pertanyaan umum banyak orang, seperti :

* Kenapa aku dilahirkan dengan kondisi begini? Di tempat yang seperti ini?
* Kenapa aku tidak pernah diizinkan bahagia?
* Apa itu cinta? Apa itu keluarga?
* Kenapa aku tidak diizinkan bahagia? Bukankah Tuhan menyayangi semua makhluknya?
* Kenapa orang yang kita sayang selalu pergi meninggalkan kita?

Dan masih banyak ‘kenapa-kenapa’ lainnya yang jika dipikirkan dan terus kita cari jawabannya mungkin tidak akan pernah tahu. Begitu pula dengan Ray. Sejak kecil besar di panti asuhan dengan kepala panti yang tamak dan kasar. Ray mempertanyakan kenapa dia harus dibesarkan di tempat seperti itu tanpa dia tahu bagaimana dan siapa keluarganya. Ray yang tidak terima atas perlakuan kepala panti, tumbuh menjadi pemberontak kecil. ia kabur dari panti dan memilih untuk hidup di jalanan dan terminal bus.

Kelam hidupnya selama di terminal. Sampai akhirnya ia bergabung dengan komunitas rumah singgah. Di situ dia menemukan sebuah keluarga. keluarga yang besar artinya buat Ray, yang tidak pernah Ray dapatkan di mana pun selama dia hidup. Tapi, karena suatu hal, Ray akhirnya angkat kaki juga dari tempat itu.

Singkat cerita, Ray pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa ada tujuan yang jelas dengan membawa semua tanda tanya dalam hidupnya ke mana pun ia pergi. Semakin ia mencari tahu, semakin banyak muncul pertanyaan tentang hidupnya. Sampai akhirnya, keuletan dan keberuntungan menjadikannya seorang mandor besar di sebuah proyek, bahkan direktur kontraktor. Kebiasaan menikmati rembulan sambil duduk di tempat tertinggi favoritnya di sebuah gedung yang ia bangun, mengantarkannya bertemu dengan seorang wanita. Wanita cantik dan misterius yang suka datang ke rumah sakit dekat gedung itu dan suka sekali bermain dengan anak kecil itu ternyata memiliki masa lalu yang kelam. Tapi Ray tidak peduli. Ini pertama kalinya Ia jatuh cinta. Dan benar-benar cinta.

Akan jadi apa hidup Ray setelahnya? Mampukah Ray menemukan 5 jawaban atas 5 pertanyaannya? Just read the books and feel the experience! 

***

Seperti biasa, Tere liye selalu sukses menghasilkan novel-novel yang menyentuh dan menggugah pembacanya. Tak sedikit novel-novelnya pun membuat kita, pembaca, menahan sesak di dada karena terbawa emosi ceritanya. Kali ini Tere liye mengajak kita melalui tulisannya untuk tidak terus-terusan menanyakan kenapa begini kenapa begitu. Karena sesungguhnya Tuhan pasti sudah menyiapkan skenario terbaik untuk setiap hidup makhluknya. Kadang kita tidak bisa terima itu tanpa kita tahu bahwa ada maksud tersembunyi di balik itu semua.

Jujur, saya belum terlalu banyak membaca buku Tere liye. Namun dari beberapa buku yang sudah saya baca, buku ini termasuk berhasil dibanding dengan karya-karyanya yang lain dengan rating sedikit di bawahnya. Bagusnya teramat sangat sampai saya sendiri sulit mendeskripsikannya lewat tulisan. Alur ceritanya penuh dengan konflik. Dijamin, sekali Anda membuka untuk membacanya, akan sulit untuk meletakkan buku ini jika belum sampai selesai. Siapkan tissu atau apapun untuk penyeka air mata. Benar-benar menguras emosi.

Awal membaca buku ini saya dihadapkan pada prolog yang agak membingungkan dan sedikit merasa tidak nyambung dengan bab 1. Eits, tapi tenang, buku ini sama sekali nggak -kalo kata sepuh sini- BN (a.k.a Bikin Ngawang). Semua akan jelas pada waktunya. Mendekati ending, benar-benar dikupas habis cerita yang tadinya di awal sukses bikin saya nanya “kok gini sih? kok gitu sih?” ternyata jawabannya bisa ditemukan di akhir cerita (ssst kalau penasaran jangan kebiasaan buka langsung ke halaman belakang ya ). Dengan alur maju mundur dan penggunaan bahasa yang tidak terlalu kaku membuat buku ini nyaman dibaca.

Sangat amat disayangkan, Tere liye membiarkan saya menebak sendiri akan jadi apa Ray setelah diberi kesempatan untuk mengetahui 5 pertanyaan besar dalam hidupnya. Akankah ia akhirnya mati dengan tenang, atau Tuhan berbaik hati memberikan hidup kedua kalinya buat Ray?

Terlepas dari ending yang sedikit menggantung, saya tetap kasih bintang 5 buat buku ini. Karena buku ini, sedikit banyak saya mengalami perubahan tentang cara memandang hidup. Terkadang apa yang kita tidak lihat, tidak kita tahu, bukan berarti tidak ada lho. So, tetep percaya saja dengan skenario Tuhan.

Rate 5/5 a.k.a TE O PE BE GE TE
(You Must Read It Before You Die!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s