Kumpulan Cerpen Ratih Kumala

Judul Buku : Larutan Senja

Penulis : Ratih Kumala

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Rate : 3/5

Kumpulan Cerpen milik Ratih Kumala yang pertama kali saya baca. Cerita-cerita di dalamnya ragam genre. Cocok untuk bacaan santai di sore hari atau sembari menunggu. Terdapat 14 cerita dalam buku ini. Semuanya ditulis dengan gaya bahasa yang lumayan nyastra. Salah satu cerita yang paling berkesan adalah cerita pertaman berjudul Sang Paradji.

Sang Paradji menceritakan tentang seorang paradji. Paradji di sini biasa kita tahu sebagai dukun kampung. Nah, paradji ini dituduh mengguna-guna seorang penduduk desa, suami Nastiti. Akhirnya, seisi desa termakan provokasi Nastiti sehingga paradji diarak kemudian berencana untuk dibakar hidup-hidup. Namun Nastiti membebaskan paradji dengan syarat paradji harus angkat kaki dari kampung ini. Karena tidak ada paradji di desa itu, Nastiti akhirnya menjadi paradji. Nastiti menjadi paradji dukun beranak, membantu para ibu melahirkan.

Sejak kepergian Paradji, Nastiti telah berubah sosoknya seperti mak lampir. Ia tidak lagi bergincu dan berbedak. Bajunya lusuh. Rambutnya acak-acakan. Dan paradji, Ia ternyata semakin sukses di tiga dusun lainnya. Mendengar itu Nastiti marah. Suatu hari Nastiti mendatangi rumah paradji di desa seberang. Ia menikam dada paradji dengan belati. Di penghujung ajalnya, paradji dendam kepada Nastiti dan berkata : “Aku akan datang melalui bayi yang lahir dalam jangka waktu tujuh purnama dan menusukkan belati ini ke dadamu”.

Selama tujuh purnama, Nastiti mencoba menggagalkan kelahiran bayi-bayi dengan menebar virus kepada ibu-ibu hamil dan memastikan tidak ada janin yang selamat. Tapi ternyata, ada satu perempuan pendatang yang luput dari virus Nastiti. Hmmm, seru bukan menantikan kisah Nastiti selanjutnya? Baca saja🙂

Kumcer ini berjudul larutan senja karena ada satu cerita yang berjudul larutan senja dengan ‘tuhan’ sebagai tokoh utamanya. Menurut saya, Ratih Kumala merupakan seorang penulis yang berani membuat tokoh tuhan dianalogikan sebagai manusia. Ada pula cerita tentang kelahiran dan pengorbanan Perawan Maria dan anak yang dikandungnya, Mesias. seperti kita semua tahu bahwa dari perut Maria lah Yesus lahir. Sounds interesting kan? Tapi tenang, menurut saya tidak ada SARA di buku ini. Meskipun teknik penokohannya agak kontroversial, tapi Ratih Kumala mempu menyajikannya dengan gaya menulis yang beretika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s