Cinta yang Takkan Terganti

Judul Buku : Sebagai Pengganti Dirimu
Penulis : Andrei Aksana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan ke-2, September 2011
Tebal : 320 halaman
Harga : Rp 62.000,00
Rate : 3/5

~~~Betulkan cinta tidak pernah tergantikan? Sekalipun telah menorehkan luka dan dendam?~~~

Satu lagi karya anak bangsa, penulis romance muda pria, Andrei Aksana. Seperti apa dan bagaimana tulisannya? Let’s check it out!

***

Di awal cerita, kita akan disuguhkan cerita seorang perempuan bernama Sadira yang sejak kecil terlalu disayang oleh orangtuanya yang over protektif, menjadikan Sadira tumbuh menjadi gadis yang pemberontak. Dia melarikan diri di hari pernikahannya. Tentu karena ia tidak pernah setuju dengan perjodohan ini. Ia tidak pernah mau menikahi Martin yang tidak dicintainya. Terlebih ia juga tahu kalau Martin hanya mengincar kekayaan keluarganya saja.

Alasan Sadira menikah muda adalah karena ia tengah berbadan dua. Pacarnya, Glenn, yang menghamilinya tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dengan alasan masih belum mapan secara ekonomi. Ya, mereka berdua memang masih kuliah. Padahal, Sadira ikhlas dihamili Glenn bukan karena Sadira menganut freesex melainkan karena ia tidak tahan atas kungkungan ibunya yang suka membatas-batasi pergaulannya. Makanya, ia ingin menunjukkan pemberontakkannya itu dengan hamil berharap ibunya mau menikahkannya dengan Glenn. Namun nyatanya usaha itu pun sia-sia. Ibunya tidak mau menikahkan dia dengan Glenn karena dianggap Glenn belum mampu secara finansial serta berasal dari keluarga broken home.

Sadira akhirnya nekat kabur bersama supir limusin pengantin sewaannya. Supir itu bernama Feran. Nama yang terlalu bagus untuk seorang supir. Selama di persembunyiannya, Feran lah yang membantu Sadira memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena saat kabur Sadira tidak membawa harta benda sama sekali. Hidup bersama Feran membuat perubahan dan pelajaran banyak bagi Sadira. Ia tidak lagi menjadi gadis manja dan angkuh karena kekayaannya, serta belajar menghargai orang miskin, dan tidak arogan.

Lama-lama timbul benih-benih cinta di antara mereka. Keduanya saling menyukai namun sama-sama tidak berani mengungkapkannya. Sampai anak Sadira lahir, semua perasaan itu masih mereka simpan dalam hati masing-masing. Sadira pikir hidupnya akan berjalan bahagia dengan adanya Feran di sisinya, hingga Glenn muncul kembali ke hadapan Sadira membawa kenangan lama dan menginginkan Sadira dan anak mereka untuk hidup bersamanya. Tak memungkiri, sesungguhnya Sadira masih memiliki sebagian sisa rasa cinta untuk Glenn.

Apakah Glenn berhasil menarik perhatian Sadira kembali padanya, di saat Sadira mulai nyaman dan mantap dengan perasaannya pada Feran? Sedangkan biar bagaimanapun, Glenn adalah ayah kandung buah hatinya, Rafa. Bukankah akan lebih baik jika Rafa tinggal dan hidup bersama Glenn, ayah kandungnya, ketimbang dengan Feran, yang hanya seorang supir mobil?

Ah, tentunya beruntung saya tidak punya masalah sepelik itu. Ya, membaca buku ini membuat saya, sebagai pembaca, lebih tersadar bahwa kekayaan bukan segalanya. Bahwa hidup yang kita pikir enak dan adem ayem saja ternyata ada tantangan besar menghadang di depan dan siap tidak siap, kita harus siap menghadapinya.

Alur cerita yang cenderung maju dalam buku ini membuat saya tidak sabar ingin membaca sampai habis. Meskipun jujur konflik yang terjadi sangat biasa dan umum sekali seperti yang biasa kita lihat di sinetron-sinetron di televisi. Sarat dengan konflik keluarga, anak yang durhaka, suami takut istri, kebohongan demi kebaikan (Feran ternyata bukan supir limusin biasa), permusuhan antara ibu dan anak (Ibu Sadira memusuhi Sadira sekian tahun lamanya karena dianggapnya Sadira telah mempermalukan nama keluarga) dan ending yang bisa dengan mudah tertebak. Beneran deh, nggak perlu mengernyitkan dahi membaca buku ini. Problem antar satu bab dengan bab lain juga cepat tepat, tidak bertele-tele sehingga tidak membuat pembaca jenuh harus berkutat dengan yang itu-itu saja.

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang penulis serba tahu. Sudut pandang inilah yang memudahkan kita memahami dan mencerna isi cerita.

Untuk segi penulisan, Andrei menggunakan tata cara penulisan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Agak sedikit kaku dan mengganggu buat pembaca yang tidak begitu menyukai novel dewasa. Dan memang, ditinjau dari segi cover depan dan belakangnya, buku ini sudah terasa “dewasa”. Jadi, buat kamu yang biasa baca teenlit dkknya, agaknya butuh iman lebih untuk bisa enjoy baca buku ini. Hehehehe.

Oh iya, meskipun buku ini cukup tebal (320 halaman) buku ini tidak menggunakan kertas yang berat kok, jadi tetap nyaman buat dibawa-bawa, dan penggunaan font dengan size yang sesuai (gak terlalu besar atau kecil) tidak membuat pembaca terganggu dan ilfil.

So, untuk cerita yang biasa-biasa saja, konflik yang umum, dan ending yang bisa ditebak, namun cukup banyak pesan moral yang saya dapat, saya kasih bintang 3 dari 5 bintang.

4 thoughts on “Cinta yang Takkan Terganti

    • jujur aku belum pernah baca buku karya mira. w
      hanya pernah melihat sinetron yg diangkat dari buku mira. w dan aku rasa mirip ya konflik dan dramanya…
      seperti itulah🙂

  1. Karya-karya Andrei Aksana mungkin terasa baku dan jelas-jelas memakai EYD bagi saya lebih disebabkan karyanya terbit di tahun 2001, yang seingat saya waktu itu tak banyak karya pengarang lokal, teenlit dan sejenisnya pun belum merebak, dan bahasa gaul ala elo-gue dan sebagainya tak begitu booming, cerita pendek dan bersambung yang ada di majalah pun lazim menggunakan EYD dan sapaan aku-kamu. Mungkin itu sebabnya saat ini karya Andrei Aksana terasa kaku dan baku….

    • yap. buat beberapa pembaca mungkin mengganggu, karena butuh waktu lebih ama untuk mencerna ceritanya
      tapi buat saya, masih wajar kok penggunaannya dibanding dg novel terjemahan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s