Hanya Cinta Yang Bisa

Judul Buku : Perhaps You

Penulis : Stephanie  Zen

Penerbit : Gagas Media

Tahun Terbit  : 2011

Genre : Romance

Tebal : 442 Halaman

 

 

Abby seorang perempuan muda dan pintar lulusan universitas luar negeri. Belajar di luar negeri karena berniat melupakan crush masa sekolah dulu, yaitu Daniel. Selama 8 tahun, hati dan pikirannya masih terus dibayang-bayangi oleh Daniel. Sampai akhirnya dia mengenal Chris, seorang pemuda rekan kerjanya di salah satu cabang di perusahaan tempat dia bekerja. Awalnya, Abby menganggap Chris sebagai orang yang menyebalkan. Sebagai sebatas rekan kerja, Chris suka iseng mencampuri urusan pribadi Abby, menanyakan apakah Abby punya pacar dan hal-hal sejenisnya. Sedangkan Abby, sebagai orang yang menjunjung tinggi keprofesionalismean dalam bekerja, tentu saja jengah akan hal itu. Sampai suatu ketika, Chris dengan keisengannya itu malah menarik hati Abby dan membuat Abby penasaran. Abby kemudian jatuh hati pada Chris.

Ternyata, Chris memiliki pacar bernama Ferra. Chris sendiri sebenarnya sudah merasa tidak nyaman perihal hubungannya dengan Ferra. Namun Chris tidak bisa meninggalkan Ferra karena selama ini Ferra-lah yang membantu Chris hingga bisa menjadi seorang manajer sebuah kantor cabang. Chris sadar akan hal itu. Maka, ia bertekad akan menikahi Ferra. Di sinilah konflik terjadi. Di satu sisi, Chris juga menyimpan rasa buat Abby. Kalau bahasa anak jaman sekarang, Chris ini bisa dikatakan termasuk tipe cowok PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Dia masih jadian dengan Ferra sekaligus menjalin hubungan special dengan Abby. Dan Abby, karena cintanya begitu besar kepada Chris, ia setuju saja dijadikan selingkuhan. Wakakaka!

Di saat pergulatan bathin di dalam hati Abby terjadi, tidak disangka Tuhan mempertemukan Abby dengan cinta pertamanya, Daniel. Nah lho, akankah Abby berpaling kembali pada Daniel atau tetap setia dan sudi dijadikan selaingkuhan selagi Chris berusaha putus dengan Ferra? Selengkapnya, baca Perhaps You ini.🙂

***

Menurut saya, ide cerita yang standar membuat novel romance ini tidak terlalu istimewa. Alurnya stabil maju secara cukup lambat, dan konflik yang cukup mudah ditebak. Point lebih? Hmmm, katakanlah saya menyukai cara penulisan yang sangat ‘masa kini’. Misalnya, saat Abby dan Chris bercakap-cakap dengan fitur Chat BBM atau YM atau Twitter.

*Untuk obrolan di YM dan BBM, penulis menuliskannya dengan gaya seperti di bawah ini.

 

Abby : Ckckckcck…. Minum mulu yaaaaaa

Chris : Heheheh. Mau? :p

Abby : Sori, ga minum gituan :p Aku kopi aja deh

Chris : Yeee, enak tau. Cobain dulu…….

Abby : Ogah :p Eh, emang kamu minum2 gitu ga dimarahin ya?

Chris : Siapa yang marahin? Cewekku? Nggak……… palingan juga aku jd nggak bs minta ke dia kalau habis minum. Hahahaha.

 

*dan begini kira-kira gaya penulisan untuk obrolan Twitter

 

AbbyJusuf my coffe this morning, so funny, the choco granule is kind a heart-shapped :) http://tweetphoto.com/8244876

ErinaJusuf @AbbyJusuf http://tweetphoto.com/8244876 wah iya, apa artinya ya… Love in on ur way???

AbbyJusuf @ErinaJusuf ameeeen!🙂

 

Well, menurut saya, cara menulis yang kayak begitu yang bikin novel ini sedikit menarik dan gak bosan untuk dibaca. Pembaca bisa lebih cepat bergerak ke halaman-halaman berikutnya sehingga ga bosan harus stuck di halaman itu-itu saja. Menceritakan juga gimana sih orang PDKT via BBM dan Twitter pada umumnya. Gimana sih budaya cemburuan orang jaman sekarang sehingga muncul istilah “stalking” akun Twitter atau Facebook cowok inceran. Hehehe. Membaca ini, saya jadi teringat kisah saya sendiri. Konyol dan lucu.

Okeh. Lanjut.

Tokoh Chris juga digambarkan sangat manusiawi. Chris bukan cowok yang secara fisik tinggi, tegap, doyan ngegym, dsb. Chris hanya cowok keren biasa. Hehehe. Chris keren karena dia friendly dan humoris.

Endingnya beda. Ternyata ga seperti yang saya tebak di awal saya membaca novel ini. Hal ini juga yang membuat saya menaikkan rating dari 3 menjadi 4 bintang. Kehadiran Daniel mampu membuat scenario yang sudah saya buat di kepala saya tentang tebakan ending buku ini menjadi berantakan. Hahaha. Cocok buat bacaan selingan saat saya keberatan membaca buku-buku berbobot lainnya.

Oh iya, sedikit minus lagi sebenarnya untuk ukuran font yang terlalu kecil. Selebihnya, it’s okay. Happy Reading!

8 thoughts on “Hanya Cinta Yang Bisa

  1. Alur buku ini lambat menurutku, proses pendekatan antara Abby dan Chris rasanya lama. Agak bosan bacanya dan setuju, ukuran fontnya kecil, agak menyiksa untuk pembaca berkacamata sepertiku😀

  2. aku udah baca buku ini, cuma ga suka karena porsi danielnya sedikit. Malah chrisnya yang banyak hehe…
    btw kunjungan perdana nih🙂 salam kenal ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s