Dari Musuh, Jadi Pacar

Good_Fight_4f556b3042998_20120707154849Judul Buku : Good Fight

Penulis : Christian Simamora

Penerbit : Gagas Media

Tahun Terbit : 2012

Tebal : 514 Halaman

Sebelumnya, aku mau buat pengakuan. Buku ini sudah lama aku baca dan selesaikan tahun 2012 lalu. Baru sempat bikin review sekarang karena baru ada mood. #dikeplak

Mmm, dan ini sebenarnya juga masih bingung mau tulis tentang apa. Mengingat buku ini sudah lumayan lama aku baca. Jadi sekarang sudah agak lupa jalan ceritanya. #didepak

HEHEHEHE…

Oke. Gimana kalau aku mulai dengan sedikit sinopsis? Hmmm, novel ini menceritakan tentang permusuhan yang jadi cinta. Pernah dengar istilah benci-benci rindu ‘kan? Nah, cucok deh dengan isi buku ini. That’s why judul novel ini adalah Good Fight, “Perkelahian yang Baik”.

Tere, seorang fashion stylish yang jadi pacar selingkuhan seorang lelaki yang terlalu pengecut untuk ditunangkan dengan wanita pilihan orangtuanya. Jet, seorang fotografer yang digambarkan dengan postur tubuh dan wajah nyaris mendekati sempurna, yang juga jadi pacar selingkuhan seorang model profesional yang suaminya sebentar lagi akan mati karena sakit kronis. Aha! Klop bukan? Nah, nasib yang sama akhirnya mendekatkan mereka dalam hubungan yang manis. Padahal awalnya Jet dan Tere ini musuhan lho di kantornya. Karena Jet suka usil dan Tere nggak suka hidupnya diganggu orang lain. Singkat cerita, mereka akhirnya menjalin kasih. (Duileh, bahasa gue). #selfdungdung. Tapi seperti layaknya roller coaster (ampun deh, jadul amat sih gue) #gakpapadehya hubungan mereka nggak jalan adem ayem aja. Ada keseruan-keseruan dan konflik yang cukup serius yang berkelebatan di hati dan pikiran mereka masing-masing.

***

Baiklah, review kali ini aku mulai dari kaver depannya yang ciamik. Aku akui Gagas Media tidak pernah gagal membuat kaver buku yang simpel tapi berkelas. Kaver buku terbaik, pasti itu novel Gagas. Kavernya sangat nyambung dengan isi cerita ; kancing dan lensa. fashion stylish dan fotografer. Top!

But wait, bagaimana dengan konten alias isi buku yang notabene berhubungan erat dengan kualitas bacaan? Well, untuk kalian pencinta metropop, novel ini bisa dikategorikan bagus. Bagus sekali, malah. Sayangnya, yang mereview kali ini bukan seorang pencinta metropop. (Aku hanya penyuka lho, bukan pencinta. Hehehe). Thus, kalau aku baca sinopsis di kaver belakang novel ini, aku sama sekali tidak penasaran untuk membaca novel ini. Hm, apa yah, terlalu biasa mungkin? Dunno why, nggak nyetrum aja sama aku.

In other hands, aku suka banget dengan gaya penulisan di buku ini. Yap Christian Simamora memang biasanya renyah dan gurih setiap menulis buku. Jadi, walaupun novel ini tebal sekali, aku tidak merasa mati gaya dan cepat bosan membacanya.

Sayangnya, untuk ukuran metropop, menurutku novel ini terlalu vulgar. Banyak adegan-adegan yang ditulis begitu saja seolah-olah tidak melewati proses editing. Entahlah, aku hanya merasa novel ini kelewat vulgar. In case, aku ingatkan Christian memang cenderung bikin novel yang “agak-agak”.

Hal yang cukup mengganggu lainnya yaitu terlalu banyak campur aduk penggunaan dialog dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Alamak jaaang… Aku yang pas-pasan kemampuan berbahasanya, jadi agak repot kalau harus bolak balik buka kamus. Hhhhh #exhale

Pun aku sendiri bingung. Ini novel genre apa ya? Erotis atau romance? Banyak hal-hal manis tentang cinta sih. Tapi kayak nggak ada pesan moralnya gitu. Pacaran sama suami orang, memanfaatkan kebaikan orang, selingkuh padahal sudah bertunangan. Miyape??? Eh tapi di belakang buku ini sudah tertera kalau ini novel dewasa kok. Ada kisah tentang bercinta di kamar mandi segala terus kegap #apabangetdah juga ada cerita soal kehidupan para gay. #semakinmengernyit

Terlepas dari itu, konflik yang disuguhkan agak menarik menurutku. Tapi tidak terlalu. Tentang dua orang yang tadinya musuhan terus jadi pacaran. Hayo hayo… Siapa yang kesindir? Tapi, aku tidak terlalu suka dengan tokoh Jet yang suka asal bertindak. Suka asal sembarangan kiss bibir Tere. Tere juga sama aja. Jadi cewek kok gatel. #eh Iya. Tere suka banget berimajinasi soal tubuh Jet yang sumpah-aku-males-bahas-ini-mending-baca-sendiri-aja itu. Gawd! Penulisnya cowok lho… Bikin tanda tanya nggak sih???

Oke. Fokus ke isinya. Jangan ke penulisnya.

Overall, buku ini masih pantes buat dibaca dan tidak hanya akan sekedar jadi pajangan di toko buku saja. 3 of 5 stars.

12 thoughts on “Dari Musuh, Jadi Pacar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s