Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia

closu-up-logo1

Hai semua! *keluar dari semak-semak*

Ketemu lagi dengan Selvi di sini. Kali ini bukan postingan review *ditendang ke sawah* melainkan postingan hasil Close Up Interview. Apa? Oh, bukan, bukan. Bukan merck pasta gigi kok. Hehehehe…

So, apa sih Close Up Interview itu? Gini loh, Close Up Interview (CUI) itu adalah…*gaul banget yah singkatannya “cui”. Contoh penggunaan kata “cui” : Eh cui, apa kabar? Dangutan nyok!

Oke. Balik ke topik utama.

CUI adalah event yang dihost oleh Kak Mia di blog bukunya Mia Membaca dalam rangka meramaikan HUT Blogger Buku Indonesia yang ke-2. Yippie! Ternyata Bebi sudah 2 tahun sekarang. *tepok tangan* Sudah bisa jalan. Dan bisa ngomong mama-papa. Nah, CUI ini adalah ajang mengkepo-dikepoin oleh sesama anggota BBI. Sayang sekali, tidak semua anggota BBI yang mendaftar ikutan event ini.  *nangis pelangi* Tapi lumayan banyak loh pesertanya. Kalau aku gak salah hitung, ada sekitar 60-an. Hihihihi.

Sistem interview ini yaitu dengan cara estafet. Kebetulan, aku kedapetan mewawancarai Rahib BBI tercinta. Sesepuh yang paling gaul dan berwawasan luas.  *ta’elaaah* Yang katanya mirip sama jempolnya Siwon Suju. Aih… aih… Sayang sekali, pas aku lagi wawancara Rahib, beliau sedang sakit, hiks. Jadinya keponya nggak maksimal deh. *dikepruk buku* Eniwei, cepat sembuh ya Rahib… Cuma 23 pertanyaan singkat kok… Maaf selama ini sudah mengganggu *sungkem*

Tanpa banyak basa basi busuk lagi (yang di atas itu apaaa???!!!), marilah bersama-sama kita baca hasil wawancara anchor kenamaan BBI, Selvi kepada Rahib BBI yang dituakan. Cekidot!

Rahib kita tercinta bernama lengkap Hernadi Tanzil. Entah ada hubungan darah dengan Eddy Tanzil dan Maria Tanzil atau tidak. Aku belum sempat nanya. Takut dicocolin bawang merah. Hiks.

Lanjut.

Beliau, (iya. Beliau dong. Kan dituakan. Ga mungkin ‘kan aku pakai kata ganti “dese”? ih, emang akika blogger apaan) lahir pada tanggal 5 November 1970. Selain baca buku, Rahib ternyata hobi makan sate loh. Belum sempat aku kulik juga jenis satenya. Apakah sate ayam, kambing, atau sate keong. Buku-favorit Rahib yaitu buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Penulis favorit Rahib tentu saja YKD. Muhahaha. MENURUT L? Oke. Serius dong ah. Penulis fave Rahib yaitu Pak Pramoedya. *ini serius* Genre fave Rahib adalah sastra dan sejarah. Luar biasa ya bacaannya… dibandingkan aku, apalah aku ini. Hanya butiran debu debu di udara… *gesek biola*

Kenapa sih Rahib kok dipanggil “Rahib”? Cerita dong… Xixixi…

Kenapa ya? Hmmm… semua terjadi waktu di jaman kubugil (Kutu Buku gila) semacam klub buku juga yang terdiri dari para blogger buku. Waktu itu kita mengadakan baca bareng novel Snow Flower by Lisa See. Karena di cerita itu ada tokoh rahib walau tidak menonjol saya tiba-tiba saja mentahbiskan diri saya sendiri menjadi seorang rahib *kok PD banget sih hib?*. Karena ini konteks perbukuan maka saya menyebut diri saya rahib buku. Entah kenapa panggilan rahib ini masih terbawa hingga kini

Punya pengalaman seru soal berburu buku idaman nggak? Kalo ada, cerita dong… Xixixi…

Berburu buku sudah menjadi tradisi bagi saya. Pengalaman seru? Biasa-biasa aja sih, pernah juga saya berburu buku hingga puluhan tahun dan baru berhasil mendapatkannya belum lama ini

Awal mula suka baca ceritanya gimana sih, Hib? Apakah majalah bobo berperan? Wkwkwkwk…

Bobo sangat berperan, waktu saya belum bisa baca, kakak saya sudah berlangganan bobo, jadi karena belum bisa baca dulu selalu merengek minta dibacakan oleh kakak

Apakah anak-anak rahib sekarang suka membaca juga seperti papanya? Kalo istri gimana, Hib? Suka diomelin nggak karena terlalu asyik membaca?

 

Anak-anak suka membaca walau gak seperti papi-nya. Tapi kalau kita bepergian ke mall kita selalu mampir ke toko buku. Istri dulu suka membaca buku, tapi sekarang karena kesibukan domestik dia kini jarang membaca, paling baca majalah

Itu buku-buku lama Rahib mau tetap dikoleksi atau dibuang atau dikilo-in atau disumbangkan ke mana gitu, Hib? Hehehe…

Buku-buku yang berharga dan everlasting tetap saya koleksi untuk saya wariskan pada anak cucu. Buku-buku lainnya available for swap atau akan disumbangkan kepada perpustakaan-perpustakaan di daerah yang membutuhkan *mulia sekali sih Rahib…*

Hib, jujur aja deh sama aku siapa sih admin bebi sebelum yang sekarang ini? #teteup Aku gak bakal kasih tau siapa-siapa kok *teteup usaha*

Nah kalau ini saya gak bisa jawab, soalnya terlanjur janji sama admin bebi yang dulu yang minta identitasnya disembunyikan sepanjang segala abad… *MUHAHAHA*

Menurut rahib, gimana sih minat baca di Indonesia? Apa yang sudah bagus dan apa yang kurang?

Minat baca sebenarnya semakin kemari semakin membaik hanya saja kurang merata karena akses terhadap buku-buku juga belum merata. Untuk itu mari kita sebarkan virus membaca, dimulai dari lingkungan di mana kita berada. Saya di kantor ada buku-buku koleksi saya yang ditaruh di kantor, dan karena mereka sering melihat saya membaca mereka lama-lama tertarik untuk meminjam apalagi kalau buku-bukunya menarik

Hib, kenapa sih pejaga perpus tuh kebanyakan jutek-jutek gitu? ‘Kan yg mau minjem buku jadi takut… Hahaha

Jutek karena kebanyakan petugas perpustakaan itu tidak cinta buku, mereka hanya menjalankan tugas pekerjaan semata jadi ya seperti itu

Biasanya sambil baca tuh sambil denger musik atau gimana, Hib? Tengkurap apa telentang? Jongkok apa duduk? #yakalidah

Saya sih biasa membaca dalam keadaan hening, matikan TV, or music apapun lalu selonjoran di sofa sampai ngantuk. Itu posisi favorit saya

Nah! Itu dia interview bagian ke-1. Karena aku sibuk banget *plak!* interview dipending lagi sampai keesokan harinya. Waktu bales pertanyaan terakhir, Rahib sempat nulis “Maaf ya balasnya singkat-singkat karena aku ngetik dalam kondisi sakit”. Seketika, daun-daun berguguran… Aku merasa bersalah sudah mengganggu Rahib. Huhuhuhu… Maafkan teenagers yang satu ini ya Hib T-T

Wawancara yang kedua dilanjutkan via Whatsapp. Eh iya, Rahib ini adminnya Whatsapp BBI lho. Buat anggota BBI yang mau gabung di WA BBI boleh lho menghubungi Rahib. Tapi musti kuat mental Hape bakal sering nge-hang. Hahahaha!

Lanjuuuttt

Rahib, adakah  saran dan kritik buat anggota BBI?

Tetap konsisten dalam membaca dan ngereview di blog. Menulislah dengan bebas dengan gaya masing-masing dan jujurlah dalam mereview sebuah buku karena itulah yang menjadi kekhasan blogger buku. *so sweet banget ya nasihat Rahib*

Apa sih blog buku favorit Rahib?

Saya tidak memiliki blog favorit karena saya suka membaca semua blog buku yang masing-masing  memiliki keragaman baik dalam desain blog, gaya menulis, dan genre bacaan yang dipilih. *alaaah bilang aja ngefans sama blog Atas Nama Buku, Hib. Iya ‘kan? Iya dong!*

 Aku mau tau dong, apakah Rahib berniat menerbitkan buku?

Sampai sekarang punya cita-cita menerbitkan kumpulan review-review yang saya buat di blog. Karena bacaan saya beragam pinginnya sih yang dibukukan itu dalam satu genre tertentu, misalnya kumpulan review buku sastra dunia, penulis lokal, buku rohani, dll.

Terus, ada nggak sih tokoh novel yang mencerminkan kepribadian Rahib?

Gak ada tuh, karena aku kan pribadi ya unik… Wkwkwkwk *kemudian terdengar petir menggelegar di kejauhan sana*

Kalau suatu hari Rahib menerbitkan sebuah buku dan memakai nama pena, nama apa yang akan Rahib cantumkan di buku Rahib tsb?

Nama pena yang kugunakan tetap ‘htanzil’ nama yang selalu kugunakan dalam dunia cyber

 Rahib rumahnya di mana sih? Sebulan berapa kali ke toko buku?

Rumah di Taman Kopo Indah D-89 – Bandung 40225 (catat baik-baik barangkali mau kirim buntelan) *PD Jaya Utama deh* Sebulan berapa kali ke toko buku? Wah gak tentu gimana kalau pas pergi bareng aja sama keluarga.  Kalau ke toko buku aku gak beli banyak-banyak karena kebutuhanku sudah terpenuhi oleh pembelian secara onlen dan  buntelan dari penerbit *aiiihhh shombhongnyaaa* Jadi biasanya kalau ke toko buku ya beli buku buat anak-anak saja

Last but not least nih Hib, apa sih kesan dan pesan buat  BBI?

Kesannya sih sangat senang kalau BBI kini bisa terus berkembang sedemikian rupa dalam semangat kekeluargaan yang saya rasakan kental sekali. Saya juga terkesan walau member BBI terdiri dari para blogger buku dengan berbagai genre tapi satu sama lain tetap saling menghargai. Ini yang harus dipertahankan *can’t no more agree*

Pesan saya ya seperti di jawaban nomor satu. Oya, satu harapan saya untuk BBI adalah suatu saat BBI bisa memberikan kontribusi positif bagi dunia buku kita dan BBI menjadi sebuah komunitas buku yang secara integritas diperhitungkan dalam menilai dan menentukan arah dunia perbukuan kita. *aamiin*

SIWON!!! >_<

bloggersejati_htanzil

*****

Yak! Segitu aja hasil intervieku dengan Rahib BBI yang cetar menggelegar. Gak ada itu, kepo-kepo soal pacar atau apa atau gossip-gosip. *lirik si kakak berinisial AN* Muhahaha!

Kalau ada salah kata, mohon dimaafkan yah. Kalau mau buntelan, bisa coba hub Rahib aja yang katanya mau sumbang2in buku-buku sastranya *kepulkan asap gossip* *katanya tadi ga suka gossip*

Aku harap hasil interview ini bisa bermanfaat buat BBI ke depannya dan membuat kita semua menjadi selangkah lebih dekat mengenal Rahib tercinta ^,^ hihihihi

Keep posting! Wufyu❤

PS: buat yang mau tau hasil wawancara Eyang Phie tentang aku, bisa klik >>> di sini

45 thoughts on “Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia

    • iya huhu
      tau gak sih kak nannia, aku padahal udah mancing2 rahib dgn bahasa yang unyu2 dan teenagers supaya ga cool gitu si rahibnya…
      tapi apa daya peletku kurang manjur kalo sama lelaki beristri kayaknya hiks hiks

  1. Rahib jawabannya cool banget ya.
    Emang tega si Mbah Selvi ini. Udah tau orang sakit, tetap diganggu. Ckckckck.. Harusnya bawa buah tangan gitu loh, biar cepet sembuh si Rahib. Hahahahaha…

    *uhuk*
    Kan CUI itu boleh bertanya tentang apapun, Mbah Selvi. Ngulik-ngulik perihal pribadi boleh donk *wink!*
    CUIku mengenai dirimu itu kan sekalian memasarkan Mbah. Sapa tau ada yang nyangkut =P

  2. klo cerita temen2 di Livejournal, mereka yang jadi petugas perpus bener2 librarian yang cinta buku klo di sini kan kayaknya orang pemda (ya kah?)

  3. Haha, dasar si Selvi manggilnya udah Beliau tapi pertanyaannya tetep bikin ngakak..
    Oya Selv, adakah keinginan untuk majang foto Rahib di kala masih muda dahulu? :p

  4. lucu banget wawancaranya!😄
    selvi yang kepo yah kalah dong sama rahib yang udah ‘berilmu’..😛
    tapi tetep cara ceritanya lucu, sel :p

    • hidup itu harus seimbang bukan mbak dani?
      ada kalanya dibully, ada kalanya membully
      ga tanggung2, yang dibully adalah sesepuh macam Rahib hahahaha

      *piss yo hib* :))

  5. Huahahaha… baru sempat baca yang ini…
    *melompat pula dari balik semak…

    Sepertinya si Bobo memang paling berjasa ya.. Aku jadi ingat Nirmala dan Sisirik…

  6. salam kenal sama rahib BBI dan Selvi
    ternyata banyak yg asal muasal suka baca dari bobo yah (termasuk diri sendiri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s