Sepotong Senja Untuk Pacarku

sepotong_senja_untuk_pacarkuJudul Buku : Sepotong Senja Untuk Pacarku
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2001
Rate : 2 dari 5

Mungkin selera sastra saya kurang.
Mungkin juga pemahaman saya akan sastra yang kurang.
Dan banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang pada akhirnya membuat saya harus memberi 2 bintang saja untuk buku ini.

Kalau dibilang berat sih tidak ya. Hanya saja terlalu biasa dan emosi saya datar tuh sepanjang saya membacanya.

Semua bercerita tentang senja. Masih dengan gaya penulisan khas SGA yang mengedepankan diksi yang indah dan alur cerita yang sederhana namun berkelas. Atau, mungkin karena saking berkelasnya sehingga saya kurang dapat menikmati dengan asyik buku ini?

Entahlah. Mungkin ruh saya sedang melayang ke mana-mana saat membaca buku ini.

Satu cerita yang paling saya ingat tentu saja cerita pendek yang judulnya diambil menjadi judul buku ini “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. gila ya… Om SGA ini… ah. Parah. Keren! Sayangnya, cerpen yang lain tidak sedahsyat ini. Makanya saya hanya kasih dua bintang.

Jadi, cerpen ini adalah surat yang ditulis seorang laki-laki bernama Sukab yang ingin membuktikan ke pacarnya bahwa ia sungguh-sungguh mencintai gadis itu. Gadis itu, pacar sukab, bernama Alina. Alina tidak percaya dengan kata-kata gombal para lelaki. Karena itu Sukab berinisiatif membawakan senja untuk Alina sebagai buktinya cintanya. Ditulisnya surat itu dengan diksi yang ADUHAI keren banget mak! Aku rasa kalau ada laki-laki kasih surat ke aku dengan menggunakan bahasa seperti surat yang ditulis Sukab untuk Alina, pasti aku meleleh di tempat. #lebay

Sukab mengerat senja, lalu dimasukkan potongan senja itu ke dalam sebuah amplop yang ia kirimkan untuk Alina melalui pak pos. Kerennya, di buku ini juga ada cerpen mengenai pandangan Pak Pos yang kerepotan mengantarkan senja dan balasan surat Alina untuk Sukab yg sudah mengiriminya senja.

Yang membuat aku kagum pada cerpen ini juga di kaver belakang buku ini ada email dari seseorang yang rabun senja yang seumur hidup tak pernah bisa melihat senja. Namun setelah membaca buku SGA ini, ia akhirnya bisa “melihat” senja. Sungguh!

Hahaha. Mungkin anda bertanya-tanya bagaimana aku begitu hebohnya bercerita soal cerpen itu tapi hanya kasih bintang dua. Aduh, kan sudah aku bilang di atas bahwa yang bagus hanya beberapa cerpen saja. Jadi, kalau dirata-rata yeah hanya bintang dua. Hehehe…

Buku ini termasuk salah satu buku SGA yang lumayan bisa dinikmati oleh orang awam sekalipun. Kalau anda belum pernah baca karya SGA satupun, baiknya membaca buku ini sebagai pemanasan. Dijamin jatuh cinta. Tapi aku nggak jamin bakal jatuh cinta dengan buku-buku SGA yang lainnya juga. Muhahahaha…

xoxo
sr

PS : direview untuk mengikuti event Membaca Sastra Indonesia by mademelani

membaca-sastra-indonesia-2013

6 thoughts on “Sepotong Senja Untuk Pacarku

  1. Sepotong Senja
    Kurobek langit senja ini
    dan kukirimkan padamu
    utuh berikut laut, awan dan matahari
    semoga engkau menerimanya sama seperti saat kuambil
    dst *lupa
    kini setiap senja langit itu bolong melompong

    Sebuah puisi yang saya temukan dibalik foto matahari tenggelam di sebuah pantai di Kalianda, Lampung. Puisi dan foto itu diberi angka tahun ’91 dan saya temukan tahun ’95 di Bandarlampung saat seorang gadis yang hendak menikah membuang setumpuk kertas yang ternyata surat2 cinta dan hampir semua berisikan puisi atau prosa pendek. Lucunya kertas2 itu ia buang juga di pantai di Taman Rekreasi tempat kami kerja.
    Sayang sekali sang lelaki itu, pacarnya dinikahi orang (atau mungkin dia sudah nikah duluan😀 ) dan tulisannya cuma menginspirasi orang lain. Kami para karyawan bujangan di Taman Rekreasi itu mengirimkan berbagai puisi dari kertas2 itu buat pacar2 kami… kemungkinan sang lelaki bernama sama dengan saya, Andre. cuma tertulis “by Dre” di akhir puisi dan prosanya.

  2. cerita cerpen sepotong senja untuk pacarku memang sangat indah dan di dalam ceritanya banyak unsur fiksionalitas , dan untuk ceritanya itu adalah perbuatan egois karna demi cinta dia ingin memotong senja itu hanya untuk pacarnya , dan dia tidak memikirkan masyarakat setempcerita cerpen sepotong senja untuk cerita cerpen sepotong senja untuk pacarku memang sangat indah dan di dalam ceritanya banyak unsur fiksionalitas , dan untuk ceritanya itu adalah perbuatan egois karna demi cinta dia ingin memotong senja itu hanya untuk pacarnya , dan dia tidak memikirkan masyarakat setempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s