Katzenjammer

15789519Judul Buku: Katzenjammer (Cerita tentang Aya dan Hening)
Penulis: Stefani Hid
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 218
Rate: 3 of 5
“Semua ini lantaran kita berharap terlalu banyak dari kehidupan yang sebenarnya sangat sederhana.” – Hal. 5
Cerita dalam buku ini diawali dengan prolog saat Aya dan Henning menggelandang di Budapest, tahun 2009. Prolog yang bagus dan cukup membuat saya penasaran. Apa yang mereka lakukan sebelumnya sehingga mereka menggelandang dan akhirnya terdampar di Budapest? Maka, saya pun melanjutkan mata saya menyusuri kata demi kata dalam buku yang masih belum bisa saya putuskan apa genrenya.

Di bab selanjutnya, saya dilempar ke Depok, tahun 2004. Ya, alurnya flashback. Saya kemudian menemukan deskripsi tentang seorang Aya. Perempuan atheis yang menyukai karya-karya Nietzsche. Aya ini sangat melankolis dan pencemas sejati, jika boleh saya bilang begitu. Hal-hal sepele bagi kebanyakan orang bisa menjadi hal-hal yang mencemaskan hidupnya sepanjang hari. Misalnya saja saat Aya mengalami gatal-gatal di (maaf) daerah kewanitaannya. Aya pikir ia terkena AIDS dan semacamnya. Ternyata tidak. Aya hanya terkena penyakit gatal iritasi biasa. Aya juga memiliki kecenderungan untuk terobsesi dengan sangat tidak wajar akan sesuatu. Sebut saja saat kegilaan dia terhadap Alpacino. Aya menonton semua filmnya, memipikannya dan merasa bahwa mimpi itu terasa nyata, membuat grup Alpacino fans dsb. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Aya merasa dirinya seperti anak remaja yang sedang mencari jati diri. Akhirnya dia kelelahan sendiri dengan tabiatnya yang seperti itu.

Sampai pada suatu pagi, Aya bangun dari tidurnya dan ia memutuskan begitu saja untuk pergi meninggalkan Depok. Arman, pacarnya yang sudah seperti suaminya (if you know what I mean), dibuatnya bingung. Dia tidak menyangka kelabilan Aya akan sampai sehebat ini. Namun dasar Aya, ia hidup dengan obsesi. Maka ditinggalkannyalah semua hal tentang Indonesia dan pergi ke luar negeri. Spontan saja.

Kemudian cerita beralih ke kehidupan Henning. Henning ini adalah seorang laki-laki yang menurut saya belum dewasa. Hal itu bisa dibaca dari sikapnya yang temperamental, pemalas, dan suka mengeluh. Henning amat mencintai kebebasan. Intinya, Henning ini hamper setipe dengan Aya lah.

Singkat cerita, mereka akhirnya bertemu dalam pertemuan tak terduga di rumah sakit. Saat itu Aya sedang… ah baca saja sendiri hal apa yang membuat Aya akhirnya bertemu Henning. Hehehehe…

Awal pertemuan dengan Henning, terasa aneh bagi Aya. Lelaki itu bisa dengan mudah masuk ke kehidupannya tanpa ia sadari. Seperti tersihir, Aya lama-lama membuka dirinya untuk Henning tanpa Henning tahu bahwa di balik kedekatan mereka selama ini, ternyata Aya menyembunyikan suatu rahasia besar yang belum Hening ketahui. Hal ini membuat Aya, Si Pencemas Akut, kebingungan sendiri. Ia takut jika Henning mengetahui rahasia besarnya itu, Henning akan menjauhinya dan Aya akan kembali sendiri lagi di Negara asing itu. Serba salah kalau kata Raisa. Hehe…
Nah, penasarankah kalian apa sebenarnya rahasia yang Aya sembunyikan dari Henning? Apakah Aya akan jujur atau justru membiarkan semua rahasia itu tetap tersimpan rapat dalam hatinya tanpa ia sadari bahwa rahasia itu juga akan menarik Henning dalam kesulitan?

Well, cerita yang tidak terlalu berkonflik, namun sedikit mengaduk-aduk sisi kejiwaan seseorang. Saya misalnya, jadi ikutan geram dan jengkel membaca karakter Aya yang terlalu berobsesi dan panic tingkat dewa. Karena saya sendiri orang yang santai dan woles kok. Hehehe. Saya juga tidak terlalu meyukai sikap Henning yang gak jantan. But the positive ways adalah bahwa penulis mampu menuliskan setiap karakter yang dia bangun dengan sangat kuat dan melekat.

Saya juga suka gaya penulisan dan bahasa yang digunakan Stefani Hid. Katakanlah: SAYA BANGET!

Perpaduan antara sastra dan kalimat casual yang apik. Sungguh, penggunaan diksi yang tidak pasaran dan biasa, namun masih mudah dicerna. Saya sendiri masih terombang-ambing ini sebenarnya novel genre apa. Buat saya, ini novel psikologi.

Bagaimana saya akhirnya dapat menyimpulkan itu? Tak lain adalah karena judulnya yang terdengar asing sekaligus unik. Di dalam buku dijelaskan bahwa Katzenjammer adalah keadaan di mana seseorang terasa ngawang dan merasa galau tidak harus berbuat apa. Atau bisa juga diartikan bahwa Katzenjammer adalah keadaan setelah mabuk di antara sadar dan tidak. Berasal dari bahasa Jerman. Jelas, ini menyangkut tentang kejiwaan bukan?

Sedangkan dari kaver depan novelnya sendiri bergambar seorang perempuan berkepala botak dengan isi kepala berupa dalaman jam dan rangkaian bunga. Kira-kira apa artinya ya? Hehe… yang jelas salah satu alasan saya ingin membaca buku ini adalah yak arena kavernya. Meskipun keseluruhan ternyata ceritanya sendiri tidak terlalu WAH.

Saya juga menyukai setiap subjudul bab yang ditulis dengan pilihan kata yang TJAKEP dan terkesan berkelas. Ada 23 bab dalam buku ini dan pertemuan Aya dan Henning baru akan Anda temui di bab setengahnya. Phew. Cukup panjang ya perjalanan pertemuan Aya dan Henning. Tapi hal ini tidak membuat saya jenuh sih. Karena Stefani Hid sangat pandai dan begitu dalam mengeksplor dan memberitahu pembaca tentang karakter masing-masing tokoh utama.

Akhir kata, tiga bintang saya rasa cukup untuk menyatakan bagaimana respon saya terhadap buku ini.

3 stars means “I like it”.

Ternyata ending buku ini tidak sesuai ekspektasi saya. Tidak heboh atau mencengangkan dan sebagainya. Sebenarnya agak kecewa, namun tetap apik. Nikmatilah kata per kata dalam buku ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s