Kontroversi Dunia Arisan

Kocok!: Uncut

Paperback, 460 pages

Published June 2013 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13 9789792296051
edition language Indonesian
RATE: 4/5 (I really like it) (worth to read)

18000851

Pertama, coba bayangkan Anda berada di sebuah kerumunan para wanita berdandan heboh, seksi, dan glamour. Kedua, bayangkan juga bahwa wanita-wanita tersebut sangat berisik, rumpi sana-sini, ngoceh ngalor ngidul. Dan jangan lupa yang ketiga, bayangkan para wanita yang rata-rata berumur separuh baya itu bukannya duduk manis tapi malah asyik berpose ria karena difoto oleh fotografer khusus!

Terdengar sumpek??? EMBER!!!

Kira-kira gitu deh yang saya rasakan saat membaca buku ini. Nadia dan Joe, adalah seorang Arisan Ladies (sebutan untuk orang yang mengikuti arisan). Mereka sadar, arisan pada jaman sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan arisan yang biasa nenek atau ibu kita lakukan dulu di lingkungan sekitarnya. Karena itu, kedua Arisan Ladies itu memutuskan untuk menulis buku, merangkum semua seluk beluk dunia arisan dalam versi baru. Dan hasilnya? Yeah, mengingat penulis sendiri adalah seorang pelaku arisan juga, jadi terasa banget suasana arisan yang dibawa ke dalam buku ini. Good job!

Buku ini sangat informatif dan saya suka cara penulis menuangkan informasi tersebut dalam buku ini. Gayanya gengges bener cyiiinnn. Hyuk, cus! Eits, tapi justru gaya nulis seperti ini yang bikin buku setebal hampir 500 halaman ini nggak bikin ngantuk dan bosan buat dibaca. Adaaaaa saja info-info yang sukses membuat saya geleng-geleng kepala saking herannya. Ternyata ada lho yang hobi koleksi tas fashion merek terkenal seharga milyaran. Hmmm, atau mungkin itu biasa yah? Entahlah, saya hanya merasa miris aja.

Berikut adalah fenomena-fenomena yang (mungkin) akan mencengangkan Anda. Cekidot!

1. Arisan ternyata bukan cuma berbudaya di negara kita saja lho, melainkan juga menjadi budaya di beberapa negara timur bahkan di Eropa dan Afrika. Namun, tetap ada yang berbeda dengan sistem arisan di negara lain. Seperti misalnya di Brunei, nggak ada tuh istilah arisan kongkow-kongkow di cafe atau resto. Mereka arisan di rumah salah satu anggotanya. Plus ga ada ya… bulu mata-bulu mata anti badai, make up tebal, dandan meksimem seperti yang suka dipakai para arisan ladies di Jakarta.

2. Arisan, selain dimanfaatkan sebagai ajang “pengikat”, juga kerap digunakan sebagai ajang dagang. Nah! Menarik bukan? Yap, arisan memang nggak selalu rumpi dan gengges. Banyak kok sisi positifnya. Ya, seperti berdagang itu. Kayak gimana sistem dagangnya, hmmm baca aja sendiri yah. Huehehehe…

3. Percaya nggak, ada lho yang mampu beli tas seharga puluhan juta tapi ternyata buat anak sendiri malah “cuma” disekolahkan di SD biasa. Miris ‘kan? Lebih penting penampilan di depan teman-teman ketimbang masa depan anak sendiri. Wew. Semoga nanti kita nggak gitu ya…

4. Pernah denger istilah social climber? Nah, tipe social climber ini sebenernya nggak tajir-tajir amat. Biasanya cuma numpang tenar sama temen yang udah duluan jadi sosialita. Model begini nih, tas KW cukuplah. Duh, pokoknya yang penting ikutan gaul dan ngeHEITSSS!

5. Arisan Brondong? Hm, ini mah issue paling hot buat dibahas! Pasti udah sering denger dong ya tipe arisan macam gini. Biasanya yang melakukan adalah para ibu-ibu muda yang kurang perhatian dari sang suami yang sibuk kerja (eits, kali aja main ama perempuan lain juga. ups!). Arisan ini biasa dilakukan di luar negeri supaya ga ketahuan (yaiyalah!) dan diadakan secara confidential dan member khusus.

DAAAAANNNNN MASIH BANYAK LAGI YANG LAINNYA!

Tapi, pesan saya, jangan keburu menilai bahwa arisan itu selalu memberi dampak negatif lho. Nyatanya, banyak kok arisan yang setiap ketemuan, anggotanya menyumbang beberapa juta rupiah untuk kemudian disumbangkan ke yayasan sosial tertentu. Kerap juga mereka menyambangi posko-posko banjir atau kebakaran dan membantu sesama dan mereka meminnta media untuk TIDAK MENGEKSPOSNYA. Nah!

Well, kalo diceritain semua di sini entah bakal ngabisin berapa halaman, hahaha. Yang jelas buku ini bagus banget buat nambah pengetahuan kita soal kehidupan sosialita di luar sana. Lho? Buat apa sih kita tahu kehidupan mereka? Ya buat refleksi diri aja ^.^

Buku ini merupakan versi lebih lengkapnya buku Kocok! yang pertama pernah diterbitkan. Karena saya nggak baca buku terdahulunya, so saya nggak bisa membandingkannya. Cuman kayaknya memang nggak beda jauh sih… Soal huruf, spasi, ah technical banget sih itu. Nggak usah dibahas lebih jauh lah ya… so far so good kok, nggak masalah.

Buku ini juga berisi beberapa komentar dari para suami sang arisan ladies. Jadi kita bisa tahu pikiran-pikiran laki-laki terhadap ibu-ibu yang doyan arisan. Pokoknya all about arisan lengkap dari A sampai Z. Jenis-jenis arisan, tips n trik nagih temen yang susah banget bayar arisan, kasus-kasus penipuan dalam arisan (ada satu orang ibu peserta arisan yang mencuri berlian milik temannya dengan cara menelan berlian itu!!! oh my gosh!), dll. Dan semua yang ditulis di dalam buku ini bisa dikatakan 100% VALID keabsahan dan kebenarannya. Meskipun ada beberapa sumber yang tidak bisa disebutkan demi menjaga kredibilitas mereka sebagai profesional. Eh, btw, saya masih penasaran loh sama yang namanya Arisan dengan sistem Piauw. Gagal paham –_____–a

Ada artis-artis juga yang ternyata mereka gabung arisan macam gini!!! Kyaaaaa

Siapa aja mereka? Cus, langsung baca aja yah…
Eniwei, nggak semua yang kita anggap buruk itu buruk beneran lho.
So, buka mata deh, dan please dont being judgemental about person who participating on arisan. Respect them as long as they dont gengges us. Hahahaha!

Akhir kata, saya juga bisa dibilang Arisan Ladies lho. Jadi BANDAR pula! Hahahaha… *lirik ke anak-anak BBI Jabodetabek*

10 thoughts on “Kontroversi Dunia Arisan

  1. Hahayy.. Aku pernah baca yang Kocok di toko buku. Kebetulan ga berplastik bo. Ada yang arisan sambil pesta kostum, trus pajama party, macem2. Seru siih tapi mahal yak bukunya. Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s