Konspirasi Kemakmuran???

Rencana Besar

Rencana Besar

Rencana Besar by Tsugaeda
Paperback, 384 pages
Published 2013 by Penerbit Bentang (PT Bentang Pustaka)
ISBN139786027888654. Rating 5 of 5

Sebelumnya saya ingin sedikit bercerita tentang proses mendapatkan buku ini. Buku ini saya dapat dari giveaway yang diadakan penulis, Tsugaeda, di salah satu thread di Goodreads. Saya sendiri padahal, jujur, tidak aktif dan rajin mengunjungi Group GRI. Waktu itu, seorang teman, Mas Tezar, yang terlihat di newsfeed saya tercatat habis mengomentari sebuah thread giveaway. Maka, mampirlah saya ke sana. Ternyata syaratnya cukup mudah. Hanya memposting di thread tersebut bahwa saya menginginkan buku itu dan selanjutnya oenulis yang akan menilai. Hmmm, saya tidak terlalu berharap, saat itu. Jadi yah nothing to lose saja. Buku ini sebelumnya sudah saya timang-timang ketika tempo hari saya ke toko buku.

Melihat sinopsis di belakangnya dan judulnya yang terkesan misterius membuat saya tertarik sehingga langsung memasukkan buku ini dalam wishlist saya. Sebelumnya, saat saya membaca nama penulisnya, saya kira ini novel terjemahan dari Jepang. Ternyata, lho kok? Nama tokoh-tokohnya Indonesia sekali? Hehehehe… Kemudian ndilalah, Tuhan mengabulkan doa saya, sehingga saya bisa membaca buku ini dan kemudian mereviewnya di sini. Entah apa yang membawa saya sebagai pemenang. Faktor keberuntungan, mungkin? Alhamdulillah dan terima kasih, Mas Tsugaeda ^.^

Anyway, saya rasa bukan saya saja yang penasaran dengan nama si penulis yang kejepang-jepangan. Betul?😛

Oke. Cukup ceritanya. Sekarang saya akan mengulas buku ini secara keseluruhan berdasarkan sudut pandang saya.

Sinopsis

Kalau Anda bertanya kepada saya apakah di Negara kita ini ada profesi sebagai detektif, saya akan jawab tidak. Kenapa? Hmmm, saya pernah menanyakan hal ini kepada seorang yang saya yakini dia pintar, dan dia bilang begitu. Jadi pada dasarnya saya hanya meng-copy jawaban dia saja. Hahahaha. Eh, tapi benar ‘kan tidak ada profesi detektif di Indonesia? *make sure*

Seperti tokoh utama dalam buku ini, namanya Makarim Ghanim. Makarim bukan seorang detektif, tapi pengalamannya dalam memberi masukan bagi perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah membuatnya cukup dikenal. Salah satunya, Agung Sudiatma. Agung adalah seorang wakil direktur sebuah bank yang bernama Universal Bank of Indonesia (UBI), ia meminta bantuan kepada Makarim untuk menyelesaikan kasus lenyapnya uang sebesar 17 milyar dari laporan keuangan UBI secara misterius.

Tersebutlah tiga nama karyawan UBI Cabang Surabaya.

Rifad Akbar.

Amanda Suseno

Dan, Reza Ramaditya.

Menurut Agung, masing-masing dari mereka memiliki motif dan akses untuk melakukan penggelapan. Rifad, katakanlah seorang aktivis kantoran. Amanda, perempuan ambisius yang cerdas dan pandai memikat hati lawan bicaranya. Dan Reza, pegawai cerdas yang tiba-tiba mengalami demotivasi kerja tanpa alasan yang jelas.

Maka, berangkatlah Makarim ke Surabaya untuk menyelidiki kasus itu. Dengan sedikit bersandiwara, akhirnya ia berhasil mengetahui siapa pelakunya. Ia lalu memutuskan kembali ke Jakarta dan melaporkan semuanya pada Agung. Namun, misteri yang sebenarnya ternyata baru terkuak saat Susi, mantan istri Makarim, melaporkan kasus tahun 2006. O’ouw. Makarim ternyata belum bisa lepas dari kasus ini! Misteri besar ternyata masih ada di depan mata, dan Makarim harus menghadapinya.

Ada sesuatu di UBI yang tidak ia tahu. Sebuah “Rencana Besar”…

Opini

Jujur, awalnya saya bimbang mau kasih 4 atau 5 bintang. Sampai kemudian saya teringat, rasanya novelis Indonesia jarang ada yang semenakjubkan ini. Di tengah maraknya novel-novel roman picisan, Penerbit Bentang berani menerbitkan buku dengan genre yang bisa dikatakan masih jarang ditemui di negara kita. Apalagi ini karya pertama. Apalagi ini karya penulis Indonesia! Luar biasa. Pada akhirnya, saya kasih juga semua bintang yang saya punya untuk buku ini.

Saya sendiri sebenarnya tidak tahu seluk beluk dunia perbankan. Sama sekali tidak tahu. Nah, membaca buku ini ternyata membuat saya menjadi sedikit tahu mengenai gambaran dunia perbankan di Indonesia. Saya sendiri merasa curiga jangan-jangan apa yang ditulis oleh penulis adalah kisah nyata dalam dunia perbankan Indonesia (atau malah pengalaman pribadi?). Hahaha. Habisnya, saya merasa apa yang ditulis dalam buku ini adalah nyata. Ya, saya bisa merasakannya. Penulis menyampaikan semua ceritanya dengan cukup detail dan meyakinkan. Pasti makan waktu yang banyak buat riset, ya? Good point. Itu adalah bukti bahwa tulisan ini adalah tulisan serius. Beruntung istilah-istilah perbankan yang ada dalam buku ini tidak begitu sulit dicerna sehingga tidak mengganggu kenikmatan saat membacanya.

Saya pikir hanya kasus menguak siapa dalang di balik penggelapan uang saja. Ternyata tidak. Nyaris kecewa waktu itu. Mood sudah drop. Hahahaha. Saya sampai berguman, “Hah? Udah nih, gini doang?” Padahal itu baru masuk ke tengah buku lho. But, eits, ternyata kasusnya belum selesai. Sukses mengecoh.

Yang menarik dari buku ini adalah bukan mengenai tebakan soal dalang dari semua kasus ini –tidak, itu bagian mudah– melainkan rencana besar itu sendiri yang ternyata merupakan gabungan puzzle kasus soal konspirasi, politik, dan persoalan pribadi yang terjadi di masa lalu, yang mulai terkuak satu per satu dan perlahan sehingga semakin membuat pembacanya makin gemas saja.

Ketegangan di akhir juga sukses mencapai klimaksnya. Klimaks ini mulai terasa di ¾ bagian akhir. Saya tidak bisa menaruh buku ini lama-lama. Saya harus segera menyelesaikannya, pikir saya. Kasus-kasus yang ada begitu membuat saya penasaran akan ending yang cukup sulit saya tebak arahnya. Dan benar saja, buku ini memiliki ending yang cukup tak terduga. Setidaknya, menurut saya.

Sampul depan buku ini berwarna merah hati dengan gambar tangan yang sedang memainkan boneka tali. Hm, melihatnya saja saya rasa sudah bisa membuat kita menebak apa dan bagaimana issue utama dalam buku ini. Disajikan dalam 378 halaman, cukup tebal, namun tidak membuat saya merasa bosan. Terdiri dari 41 bab yang pendek-pendek dan penting. So, meskipun tebal, sebaiknya jangan coba-coba skimming ya membacanya karena bisa saja Anda melewatkan hal penting yang justru menjadi kunci dalam kasus ini.

Namun, menurut saya, penamaan judulnya kurang WAH. Terlepas dari itu, saya tetap pada niat saya untuk kasih 5 bintang kok. Hehehe…

Kemudian mengenai font, baik ukuran maupun type, saya tidak merasa ada masalah. Saat membacanya, mata saya yang minus 6 ini masih terasa nyaman-nyaman saja.

Buku ini saya rekomendasikan bagi Anda pencinta novel misteri lokal, yang tidak hanya menyukai misteri namun juga issue mengenai konspsirasi (tanpa kemakmuran), politik dunia kerja, dan dunia perekonomian.

Oh iya, saya curiga dengan paragraf akhir yang terdapat di halaman 368-369.

Ia pasti tidak akan berpikir panjang untuk turun lagi ke lapangan apabila ada kesempatan bisa merasakan ketegangan dari suatu petualangan. Ia lebih suka mengalami baku pukul daripada harus menghitung berapa kadar kolesterol yang boleh dikonsumsi olehnya.

Hmmm, apakah paragraf tersebut berarti bahwa kisah Si Makarim ini akan berlanjut ke seri selanjutnya? Kita tunggu saja😀

2 thoughts on “Konspirasi Kemakmuran???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s