Diktator Galau

diktatorJudul: Petualangan Wartawan Geje, Jay & Wilow: Diktator Galau
Pengarang: Syahmedi Dean, Ayu Gendis
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cet. 1; Januari 2014
Ukuran Buku: 216 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-03-0144-0
Genre: Metropop
Rating: 4/5

Pada halaman belakang buku ini ditulis bahwa buku ini merupakan ‘uji coba’ apakah chemistry di antara kedua penulis ini masih ada, masih suka ndagel seperti waktu kuliah dulu. Dan saya putuskan bahwa YA @deanmedi dan @gendukgendis sukses menyajikan kelucuan tersebut dalam buku ini!

Konflik yang disajikan sangat sederhana namun tidak biasa. kedua penulis dengan asyik menyinggung masalah politik dan KKN yang sedang naik daun (entah kenapa nggak turun-turun juga). Bicara soal politik, bagi beberapa orang pastilah menjemukan karena njelimet. Namun, di buku ini, @deanmedi dan @gendukgendis menuliskannya dengan sangat ngepop dan asyik. Seriously buku ini asyik banget.

Ringan dan nggak perlu mikir. Humor yang disajikan juga fresh. Semuanya serba orisinil menurut saya. Setting tempat, karakter-karakter yang unik, gaya penulisan yang lucu dan “merakyat” bikin saya betah baca buku ini. Saya merasa menemukan dunia baru yang bisa saya masuki. Membaca buku ini seperti tersedot ke mesin imajinasi seolah-olah saya juga bekerja dalam kantor itu. Saya sendiri belum pernah baca karyanya mbak @gendukgendis. Kalau karya bang @deanmedi saya sudah pernah baca dan MEMANG saya sukaaa bingits.

Okei, jadi gini.

Buku ini bercerita tentang kakak adik tapi statusnya tiri. Mereka namanya Zaenal Syukur, biasa dipanggil Jay, dan Wilujeng biasa dipanggil Wilow. Keduanya sama-sama lulusan fakutas seni rupa. Jay lulusan seni patung, Wilow lulusan seni lukis. Lulus kerja bingung mau kerja apa, tiba-tiba si papa yang merupakan investor terbesar dalam suatu majalah politik “memaksa” kedua saudara ini untuk bekerja di majalahnya. MAJALAH KOSMOPOLITIK. Yah, namanya juga anak seni, mana nyambung kerja di bagian serius, apalagi majalah politik! Awalnya Jay dan Wilow ogah-ogahan. Tapi lama kelamaan ternyata kerja di majalah itu enak sekali. Hehehe bikin saya yang baca juga jadi pengin kerja di majalah.

Petualangan Jay dan Wilow dimulai ketika banyak keanehan-keanehan di kantornya. Mbak KD yang digadang-gadang sebagai orang yang menjunjung tinggi kejujuran dan anti KKN, dicurigai sebagai penadah uang korupsi hasil para politikus. Wilow dengan kecerdasannya mencoba memecahkan kasus itu.

Yah pokoknya cara mereka memecahkan kasus itu kocak deh. Meskipun nggak kocak-kocak banget sih tapi lumayan bikin cengar-cengir, hehehe.
Karakter-karakter yang ada di buku ini lucu-lucu semua. Ada seorang wartawan senior yang punya muka sangar tapi doyan dengerin Cherrybelle dan Smash. Ada juga Mbak KD, redaktur pelaksana yang galak tapi takut banget sama hantu. Ada juga penjaga perpustakaan kantor yang kocak dan suka ngomong “gitu” di setiap akhir kalimat. Wah, unik-unik deh. Saya sampai membayangkan kayaknya seru banget kalau beneran ada situasi kantor yang kayak gitu. ada ‘kah? Hehehehe…

Oh iya, sesuai judulnya namanya juga buku petualangan kayaknya nanggung banget kalau cuma ada satu. Yep, buku ini bakal ada sekuelnya dan yang pasti SAYA MAU BACA. Semacam nagih sih. Saya yakin buku ini pasti bakalan seru kalau dijadikan sitkom atau semacamnya. Tentu saja pemeran Jay dan Wilow harus kocak-kocak kayak sitkom Lupus atau Olga.
Nggak ketinggalan juga saya suka dengan karakter Mami-mami yang ada dalam buku ini. Tipikal ibu-ibu yang kocak sih menurut saya. Hehehe… meskipun papi punya dua istri, tapi kehidupan kedua mami adem ayem aja. Yah paling wajar lah ada envy-envy sedikit tapi sama sekali nggak drama. Kehidupan Jay dan Wilow juga akur dan kompak banget.

Btw, yang menurut saya agak ganggu sih ya kovernya. Nggak ngerti deh kenapa seberantakan itu. Mungkin maksudnya ingin menghidupkan buku ini kali ya karena tokoh-tokohnya anak seni lukis dan patung. Tapi mbok ya nggak gitu juga kali. Sutralah…

Editornya Mas Ijul. Nggak perlu diragukan lagi dong ya mengenai typo dan EYd segala macam. Tapi saya masih nemu nih di halaman 178. Seharusnya ditulis Mas Gandjar bukan mas Gandjar. Iya nggak? Hehehehe. Tapi that’s no big deal. Namanya juga mata manusia. Overall, keren! Duh semoga saya mereviewnya nggak over rated yah 

Di bagian akhir buku juga dipaparkan rubrik apa saja yang ada di majalah Kosmopolitik itu. Aneh bin ajaib sekaligus kreatif! Sungguh bacaan yang menghibur. Bacaan rasa dan warna baru dan saya rasa Indonesia butuh bacaan yang seperti ini untuk merilekskan pikiran sejenak.

4 bintang dari 5!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s