Yamaniwa

yamaniwaJudul: Yamaniwa
Pengarang: Netty Virgiantiny
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cet. 1; November 2013
Ukuran Buku: 224 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-030-017-7
Genre: Amore
Rating: 2/5

Novel amore pertama yang saya baca. Kebanyakan dialog. Dan skimming setengah jam sudah cukup buat saya menuntaskan novel ini tanpa harus kehilangan esensinya. Novel ini berjalan cukup lambat dengan konflik yang bikin jidat saya mengernyit lantaran nggak penting.

Tapi di ending, saya merinding lho. Adegan terakhirnya romantis banget. Dan karena ini novel amore, maka sudah dapat dipastikan novel ini bakalan happy ending.

Buku ini punya dua tokoh utama. Namanya Yama dan Niwa. Niwa ini digambarkan sebagai cewek yang bebas. Niwa ini menurut saya adalah cewek yang nggak banget saat remaja. Pacarnya banyak dan suka mendua, termasuk menduakan Yama. Selama Yama menempuh pendidikan di Jakarta, Niwa asyik selingkuh dengan cowok lain yang mana kelak si cowok yang diselingkuhin ternyata selingkuh juga. Hadeh…

Niwa akhirnya menyesal sudah mengkhianati Yama. Sampai sepuluh tahun kemudian, Yama datang ke modiste milik Niwa untuk diminta membuatkan kebaya untuk calon istrinya. Niwa sakit hati bukan main. Apa maksud Yama sebenarnya? Seperti nggak ada tukang jahit lain saja. Kenapa harus memilih modiste Niwa? Benarkah ini adalah proyek balas dendam Yama kepada Niwa?

Seperti yang saya bilang di atas. Amore selalu happy ending. Pasti bisa ditebak dong gimana akhir cerita Yama dan Niwa?

Well, sebenarnya saya sensitive sama issue selingkuh. Apalagi kalau yang selingkuh itu cewek, kaum saya sendiri. Tapi ya wajar saja kalau akhirnya Niwa mendapat karma. Benar kata salah satu tokoh dalam buku ini yang mengatakan bahwa “perselingkuhan itu tidak perlu alasan dan tidak termaafkan”.

Ada adegan yang saya suka dari buku ini yaitu ketika Era, sahabat baik Niwa, menolak untuk memaafkan suaminya yang sudah berselingkuh kendati si suami sudah menyesal akan perbuatannya. Menurut saya itulah girl power! Hahahaha. Menurut si suami, dia telah bersikap benar karena akhirnya dia MEMILIH istri dan anak-anaknya. Tapi menurut Era, justru suami telah salah memilih. Karena ketika dia MEMILIH untuk selingkuh, saat itu juga dia sudah memilih untuk meninggalkan anak dan istrinya. Huahahaha. *menjura buat Era*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s