Sputnik Sweetheart

Sputnik Sweetheart by Haruki Murakami, Vintage Publishing, first published 1999, 223 pages. Rating: 3 of 5

Sputnik Sweetheart by Haruki Murakami, Vintage Publishing, first published 1999, 223 pages.
Rating: 3 of 5

Ini adalah buku Murakami pertama yang selesai saya baca. Saya masih ada After Dark di rak buku currently-reading di Goodreads yang saya tangguhkan karena tidak cukup menahan saya untuk tidak berpaling ke buku lain meskpiun bukunya menarik untuk diikuti.

Jujur saja saya gagal menangkap esensi dari novel ini. Cenderung datar dan konfliknya pun serasa tidak punya klimaks. Mungkin saya saja ya yang kurang cerdas buat menangkap hal-hal sastrawi dalam buku ini.

Ceritanya ada seorang perempuan berumur 22 tahun yang menyukai perempuan juga berumur 39 tahun. Gadis itu bernama Sumire dan si perempuan yang disukainya bernama Miu. Sumire kemudian bekerja pada Miu dan melakukan perjalanan ke Eropa. Di sana lah peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang mengesalkan hati saya dan mulai terasa absurd sampai-sampai saya sendiri tidak tahu harus menulis apa pada review kali ini. Hahahaha!

Saya menyukai semua tokoh yang ada dalam buku ini, termasuk sang narator yang disebut dengan nama K saja. Tanpa embel-embel. Karakter-karakter yang ada di buku ini melambangkan karakter yang mencintai kesunyian. Sedikit banyak seperti melihat refleksi diri sih sebenarnya.

Sebuah kisah cinta yang complicated. K menyukai Sumire. Sumire menyukai Miu. Tapi Miu tidak. Miu hanya menganggap Sumire seperti anak-anak yang hanya butuh kasih sayang dan dimanja. Miu mencoba untuk mengerti keadaan Sumire. Sepanjang buku ini, pembaca akan disuguhkan pertanyaan-pertanyaan dan keheranan Sumire tentang what is sexual desire and should she ever tell Miu how she feels about her.

Meskipun buku ini belum ada edisi terjemahannya, namun edisi terjemahan Jepang ke English oleh Penerbit Vintage sangat mudah dipahami oleh orang yang bahasa inggrisnya pas-pasan seperti saya.

Saya suka cara Murakami menciptakan tokoh-tokohnya. Sumire seorang yang terobsesi menjadi penulis dan tidak cocok bekerja kantoran. Hidupnya bebas dan mengalir. Saya iri dengan hidup Sumire.

Sudah ah, saya bingung mau nulis apa lagi. Saya harap ada yang sudi diskusi sama saya mengenai ending buku ini yang amat sulit saya pahami. Semoga ending After Dark juga tidak ngawang ya.

Salam.

 

 

 

 

 

PS: saya curiga Sputnik Sweetheart memang tidak ditulis Murakami untuk memuaskan pembaca dengan ending yang memukau tetapi ditulis bagi mereka yang mencari apa makna sebenarnya dari orientasi seksual. Buku ini juga masuk ke list 1001 buku yang wajib dibaca sebelum wafat.

2 thoughts on “Sputnik Sweetheart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s