Unforgiven: Hantu Rumah Hijau

Unforgiven karya Eve shi. Diterbitkan pertama kali 17 Juni tahun 2014 oleh Penerbit GagasMedia. Tebal 262 halaman. Rating: 3 of 5.

Unforgiven karya Eve shi. Diterbitkan pertama kali 17 Juni tahun 2014 oleh Penerbit GagasMedia. Tebal 262 halaman. Rating: 3 of 5.

Setelah membaca Lost beberapa waktu lalu, saya seperti dibuat penasaran oleh karya Mbak Eve Shi selanjutnya. Pasalnya, jarang ada penulis Indonesia masa kini yang mampu meramu cerita horor sebaik Mbak Eve Shi. Kalaupun ada, nggak murni horor. Pasti ada komedi-komedinya. Maka, jadilah saya membeli buku Unforgiven ini meskipun gambling karena belum tahu sama sekali isinya bercerita tentang apa, yang ternyata isinya masih tidak terlalu berbeda jauh dengan Lost.

Masih menggunakan tokoh utama berupa remaja, kali ini dua orang bernama Kaylin dan Rico. Keduanya bertetangga sejak kecil. Rumah Kaylin tepat berada di samping rumah hijau, rumah yang selama ini dianggap angker oleh warga sekitar, meskipun Kaylin sendiri tidak percaya. Sampai akhirnya teror hantu di rumah hijau mengganggu Kaylin dan keluarganya sampai-sampai mencelakai Cher, adik Kaylin.

Kaylin tentu tidak bisa tinggal diam karena keluarganya diganggu. Bersama Rico, ia mencoba memecahkan misteri yang sebenarnya terjadi 40 tahun lalu di rumah hijau. Tapi Kaylin tidak punya pentunjuk. Hanya sosok laki-laki dengan kepala nyaris putus yang ia tahu…

Well, dibandingkan dengan Unforgiven, saya masih lebih suka lost. Unforgiven ini menurut saya kayak lebih kurang rapi dan terlalu rumit ya, dengan begitu banyak tokoh-tokoh di dalamnya. Kedua tokoh utamanya juga punya konflik masing-masing yang sejujurnya nggak terlalu bermanfaat selain sebagai penambah ketebalan buku ini. Ya, memang tidak mudah menulis cerita misteri. Terus juga yah saya agak kesal dengan cerita yang menggantung misalnya tentang hubungan Rico dengan Jessa, Kak Raymond dan Kaylin. Buat apa kedua tokoh ini (Jessa dan Raymond) hadir yah? Pun Jessa digambarkan bisa melihat hantu tapi ternyata dia tidak begitu membantu dalam kasus ini. Huft…

Meskipun begitu, saya tetap mau baca karya-karya Mbak Eve Shi lainnya kok.

Salah satu hal yang patut dipuji dari buku ini tentu saja kaver dan sinopsis di belakang bukunya. Sukses menghadirkan aura negatif yang membangkitkan bulu kuduk.

Oh iya, buku saya ada kesalahan cetak di halaman 106 yang berakibat kehilangan satu part cerita yang nampaknya penting. Saya sudah melaporkan hal ini kepada pihak penerbit dan alhamdulillah direspon dengan baik. Namun, dasarnya saya tidak ingin berurusan dengan segala keribetan. Pada akhirnya saya terima saja nasib buku saya meskipun setelahnya saya jadi sempat ogah-ogahan meneruskan baca. Nggak tahu deh, punya kalian begitu juga nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s