A Pocket Full of Rye: Sebait Naskah Kematian

Published 1st January 2000 by Signet (first published 1953) 220 Pages Genre: Mystery, Thriller, Family Rating: 2 of 5

Seri Miss Marple pertama yang saya baca.

Menceritakan tentang Keluarga Fortescue yang  kaya raya. Cerita tentang keluarga kaya tentu tak sedap tanpa percikan drama keluarga seperti yang sering terlihat di televisi.

Rex Fortescue adalah seorang pengusaha kaya yang mati saat meminum teh racikannya sendiri, seperti sebagaimana kebiasaannya begitu tiba di kantor. Rex tak memiliki penyakit apapun dan tak ada berita ia seorang pasien rumah sakit manapun sehingga polisi sampai pada kesimpulan: Rex keracunan (dan/atau diracun orang). Mulanya, para juru ketik di kantornya menjadi sorotan, namun belakangan diketahui bahwa racun itu bukan berasal dari teh yang diminumnya melainkan sudah sejak ia sarapan di rumah. Kecurigaan Inspektur Neele, detektif yang menangani kasus Fostescue ini, berpindah ke rumah mewah yang berisi istri kedua Rex, anak sulung laki-laki Rex dan istrinya, anak perempuan Rex, dan seorang wanita tua, ipar Rex, yang tinggal terpisah di paviliun belakang rumah.

Awalnya, Inspektur Neele mencurigai Adele, istri kedua Rex yang usianya masih sangat muda. Neele berasumsi Adele pasti menikahi Rex karena mengincar uangnya. Tapi seperti kebanyakan cerita detektif lainnya, satu pembunuhan tentu tak cukup dan terlalu dini untuk pembaca mengetahui pembunuhnya, maka terjadilah kematian selanjutnya yaitu Adele yang juga karena racun. Inspektur Neele kebingungan karena dugaannya salah. Dia juga belum menemukan jawaban dari misteri kenapa ada rye di saku Rex padahal tak ada indikasi yang mengarah ke sana (dan kenapa harus rye?). Apakah itu pesan kematian yang menunjukkan identias pembunuhnya? Selagi mencari tahu, terjadilah pembunuhan ketiga yaitu seorang gadis muda pembantu rumah itu yang ditemukan gantung diri.

Berita kematian gadis muda itu sampai ke telinga  Miss Marple, karena ternyata gadis muda itu adalah mantan anak didik Miss Marple. Penasaran dengan apa yang terjadi, Miss Marple datang ke rumah itu dan setuju untuk membantu Inspektur Neele.

***

Saya tidak terlalu menikmati membacanya karena yang saya baca adalah buku terbitan Signet yang menggunakan Bahasa Inggris yang entah jadul entah sastra lama, pokoknya bikin saya bolak-balik buka tutup kamus. Selain itu ceritanya juga terkesan agak dipaksakan. Saya tak bisa cerita “dipaksakan” bagaimana yang dimaksud di sini karena nanti saya dianggap spoiler.

Lagi-lagi, seperti biasanya, saya gagal menebak pelakunya. Kunci pembunuhan ini adalah lagu Sing a Song of Sixpence yang dalam salah satu baitnya berbunyi “a pocket full of rye”. Cocok dengan kondisi Rex saat mati. Tapi tetap saja Inspektur Neele tak menyadari bagaimana itu bisa menjadi pesan kematian jika bukan atas penjelasan Miss Marple.

Endingnya agak menggantung. Dan pembunuhnya juga gak ngaku. Jadi seakan-akan Miss Marple menyimpan jawabannya untuk kepuasan diri saja. Tak sesuai ekspektasi saya. Konsep pembunuhan mengingatkan saya dengan novel Agatha Christie lain, yaitu And Then There Were None, yang sama-sama berdasarkan lagu.

Saya tak kapok baca Miss Marple. Hanya saja untuk yang satu ini saya tidak terlalu menikmati (atau apakah karena saya terus menerus baca cerita detektif ya sehingga otak saya merasa jenuh dan menolak untuk memahami?). Entahlah.

2 thoughts on “A Pocket Full of Rye: Sebait Naskah Kematian

  1. Aku suka covernyaa. Tapi baru nyoba baca satu novel AC sih yang ada gajah gajahnya gitu ((lupa namanya))
    Terus belum nyoba baca lainnya lagi…..
    *senderan di dada SH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s