Istriku Seribu: Karena Poligami Dua Istri Terlalu Mainstream

image

Saya tertarik membeli buku ini karena memang niat mau mencari buku-bukunya Cak Nun. Seorang teman semangat sekali merekomendasikan agar saya baca buku-buku beliau.  Kebetulan buku ini tipis dan seukuran dengan kamus poket. Sebagai permulaan sekaligus berkenalan dengan tulisan Cak Nun, oke, aku comot.

Eh tapi selain itu, tulisan di sampul belakangnya juga bikin hati saya dag dig dug.

image

Jadi makin penasaran pengin baca, kan?

Ternyata isinya bagus lho. Saya sih suka. Kalimat-kalimatnya bernada satir yang lumayan nonjok. Cerdas dan berisi. Pembaca senantiasa diingatkan bahwa hidup ini hanya sementara dan kepada Tuhanlah kita akan kembali. Maka, tak usahlah terlalu ngoyo mengurusi hal-hal duniawi tok-tok, yang itu-itu saja.

Jangan salah sangka. Buku ini bukanlah buku tentang poligami, walaupun akan ada bahasannya juga sih. Namun, istri seribu yang dimaksud dalam buku ini adalah perumpamaan yang digunakan Cak Nun untuk menyebut hal-hal duniawi yang membuat kita konsumtif. Kita seperti seorang suami yang harus memenuhi kebutuhan para istri. Istri-istri kita itu antara lain mobil, rumah, barang-barang mewah, furniture mahal, dan sebagainya. Kita terlalu sibuk membahagiakan istri-istri kita sampai kita lupa dengan Sang Khalik.

Sebuah bacaan yang nampol dan cucok buat pembaca siraman rohani. *halah* wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s